Antisipasi Banjir Melanda Boponter, Satgas PUPR Depok Keruk Lumpur Situ Citayam

KabarPublik-Citayam
Dikuatirkan banjir akan melanda wilayah Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, Satgas Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (SDA PUPR) Kota Depok berreaksi cepat mengeruk lumpur Situ Citayam.
Material lumpur nyaris menutupi akses pintu dapur rumah warga

Kekuatiran itu cukup alasannya karena terjadi pendangkalan lumpur hingga akan berakibat banjir di permukiman warga.
Alat berat truxor membuang lumpur dari Situ Citayam ke lahan kosong di depan pintu dapur rumah warga

Namun pengerukan lumpur Situ Citayam, terutama pembuangan material lumpur sempat mengejutkan warga karena dibuang di lahan kosong yang nyaris menutupi akses pintu dapur rumah k
warga.
Material lumpur pas pintu dapur rumah warga
Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jumat (5/4/19), Kabid SDA PUPR Kota Depok, Citra Indah Yulianti menjelaskan, kegiatan normalisasi berupa pengerukan lumpur dari Situ Citayam merupakan kegiatan rutin pemeliharaan, apalagi berkaitan dengan dukungan program P2WKSS di Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamata Cipayung.
Warga setempat menyaksikan kegiatan pengerukan lumpur Situ Citayam.

"Kita di sana dlm rangka p2wkss," kata Citra kepada kabarpublik.co.id.
Mengenai lumpur Situ Citayam dibuang ke permukiman warga,  calon Kadis PUPR Kota Depok itu menuturkan, kemungkin sudah seizin warga." Itu kayanya atas permintaan warga," ujarnya.
Hal yang senada juga disampai seorang tokoh pemuda setempat, Bang Saiful." Iya, warga yang punya tanah meminta agar lumpur dibuang ke lahan miliknya untuk urugan," kata Bang Saiful.
Camat Cipayung, Asep Rahmat dan Lurah Bojong Pondok Terong ( Boponter) Suryana Yusuf membenarkan, kegiatan pengerukan Situ Citayam merupakan bagian dari kegiatan program P2WKSS yang ditetapkan di wilayah Boponter.
"Aman bang, itu mah bukan pròyek, tapi merupakan bagian dari kegiatan P2WKSS.
Ada sebagian warga yang minta diurug tanah kosongnya," kata Suryana.
Citra mengatakan, tidak ada kegiatan yang melibatkan pihak ketiga karena tidak menggunakan dana kegiatan."Jd bukan menggunakan dana kegiatan karena tidak ada kegiatan. Tidak ada mata anggaran khusus. Kita di sana dalam rangka p2wkss," tandas Citra.
Begitu pula alat dan tenaga operator,  tambah Citra, semuanya milik Dinas PUPR Kota Depok. "Itu hanya pakai alat kita yang ada dan tenaganya ansk satgas SDA PUPR Depok," ujarnya.
Untuk mendukung suksesnya P2WKSS, Citra mengungkapkan, pengerukan lumpur Situ Citayam menggunakan truxor baru pengadaan 2018.
"Ini menggunakan truxor baru pengadaan 2018. Itu edisi perdana digunakan di Setu Citayam," kata Citra.
Mengenai volume lumpur yang dikeruk, Citra menegaskan,  tidak ada targetnya."Yah kalau volume lumpur tdk ada target
Hanya kita mengeruk sedalam mungkin
Dan tdk ada daratan," tegasnya.(jay)

Post a Comment

0 Comments