Biro Humas UI Gandeng PWI & IJTI Depok Gelar Forum Group Discussion

KabarPublik- UI Depok 

Untuk menyerap informasi dalam rangka penyusunan program kerjanya, Biro Humas dan KIP UI bersama PWI dan IJTI Kota Depok mengadakan Media Gathering Publikasi Pengabdian Masyarakat dan Forum Group Discussion (FGD) di Auditorium ILRC lantai 2 Kampus UI Depok, Selasa, (21/11/23).


Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia, Dra. Amelita Lusia, M.Si. menjelaskan, melalui Media Gathering Publikasi Pengabdian Masyarakat dan Forum Group Discusions (FGD) diharapkan masukan baik berupa saran, pendapat dan kritikan positif dari para jurnalis yang tergabung di wadah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kota Depok.

"Kami yakin teman-teman jurnalis PWI dan IJTI Kota Depok pasti dapat memberikan masukan yang berharga bagi kami di Biro Humas & KIP UI dan UI secara keseluruhan dalam menyusun program kerja kedepan," kata Amelita Lusia dihadapan puluhan jurnalis kedua organisasi profesi kewartawanan.

Di acara Media Gathering Publikasi Pengabdian Masyarakat dan Forum Group Discusions (FGD) menampilkan Direktur Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat UI, Prof. Agung Waluyo S.Kp. M.Sc.P.hD.

Dalam diskusi itu, Prof. Agung Waluyo menyampaikan program- program yang dibidanginya diantaranya Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka persiapan Ibu Kota Negara (IKN) Kalimantan dengan segala permasalahan dan keunggulannya, seperti persoalan air bersih dan masyarakat serta keindahan atau pesona jika nantinya IKN dipindahkan di Kalimatan.

"Di sana itu air bersihnya agak sulit, sehingga diperlukan ketersediaan air yang cukup. Tetapi bila IKN jadi dipindahkan memang memiliki pesona yang luar biasa, contohnya istana negara tampak indah betul," papar Prof. Agung Waluyo.

Selain di Kalimantan, Prof. Agung mengatakan, tim direktorat yang dipimpin juga melakukan pengambadian dan pemberdayaan masyarakat di sala satu daerah di Sumatera dengan menghidupkan kembali budaya barongan seperti ondel-ondel di daerah itu yang nyaris punah.

 Begitu pula pembinaan UMKM di daerah Tegal, Jawa Tengah."Di Tegal angka penganggurannya banyak, tetapi angka kemiskinannya kecil. Sebab, anak-anak mudanya banyak yang menganggur, tetapi umumnya tidak miskin karena umumnya para orangtua mereka pengusaha Warteg (warung makanan Tegal) yang tersebar se Jabodetabek," tuturnya.

Prof Agung mengakui, peranan media sangat dibutuhkan, penting dan bernilai strategis bagi direktorat yang dipimpinnya karena banyak kegiatan yang ada di direktoratnya, namun tidak akan bisa dirasakan manfaatnya di masyarakat apabila tanpa peran media untuk memublikasikan atau mensosialisasikan.

"Bagi kami media atau teman-teman jurnalis berperan penting dalam mendukung program atau kegiatan para dosen dan mahasiswan memublikakasikan hasil-hasil penelitian sebagai bentuk pengabdian masyarakat," ujarnya.

Terkait Biro Humas & KIP UI,  para jurnalis meminta penyajian materi press release fresh, artinya peristiwa eventnya durasinya tidak terlalu lalu, misalkan, waktu peristiwa event sudah satu minggu apalagi satu bulan.

"Kami berharap, event peristiwanya dibuat press release hari ini, bulan seminggu apalagi petistiwanya sudah sebulan, itu istilahnya sudah basi beritanya kalau dibuat hardnews," seorang jurnalis.

Jurnalis lain menambahi, ada solusinya bila tidak bisa dibuat hardnews, tentu saja bisa dibuat dalam bentuk feature atau tulis timeles." Itu bisa dilakukan apabila didalam press release dicantumkan nomor kontak nara sumber yang kompeten dengan event dimaksud," ujar Jurnalis media elektronik lain.

Selain itu para jurnalis berharap, Humas&KIP UI memfasilitasi komunikasi dan informasi para pakar UI dengan jurnalis dalam membutuhkan konfirmasi terkait suatu peristiwa.

" Kami sulit memperoleh konfirmasi dari pakar-pakar yang ada di UI, kadang hasil konfirmasi sehari atau dua hari setelah. Padahal, media kan membutuhkan kecepatan waktu," ungkap jurnalis lain.

Menanggapi masukan para jurnalis, Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) UI, Dra. Amelita Lusia, M.Si. mengakui kelemahan mereka dalam melayani para jurnalis, namun keterlambatan informasi dan komunikasi karena pihaknya tidak bisa memaksakan para pakar untuk memberikan komentar terhadap para jurnalis.

"Masukan teman-teman jurnalis PWI dan IJTI Depok sangat berharga bagi kami kedepan. Untuk semuanya kami ucapkan terima kasih," ucap Amelita Lusia.

Ketua PWI Depok, Rusdi Nurdiansyah dan Ketua IJTI Depok, Iyung mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih adanya kerjasama humas UI bersama PWI dan IJTI Depok dalam penyelenggaraan kegiatan Media Gathering Publikasi Pengabdian Masyarakat dan Forum Group Discusions (FGD). (jaya)






No comments:

Post a Comment