Subscribe Us


 

Rapid Test Massal di Pusat Perbelanjaan Kota Depok Tercatat 5,45% Positif

KabarPublik-Depok
Sedikitnya 5,45% atau 23 dari 990 orang (sampel) diketahui positif (reaktif) hasil rapid test massal yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP)  Covid16 Kota Depok serempak di seluruh pusat perbelanjaan tradisional dan modern di  Depok,  Sabtu (16/5/20).

Anggota Tibsar Pasar Sukatani jalani rapid test massal.

Dalam siaran persnya, Ketua Gugus Tugas PP Kota Depok,  Mohammad Idris, Walikota Depok menjelaskan, pada hari ini (Sabtu,16/5/20) telah dilaksanakan rapid test di Pasar Tugu, Pasar Kemiri Muka, Pasar Sukatani,  Pasar Depok Jaya, Pasar Pucung, Pasar Musi, Giant Cimanggis, Tip Top.
Idris memaparkan,  dari 585 sampel di Pasar tradisional, terdapat 3 orang reaktif, sedangkan di Pasar Swalayan dari 405 sampel terdapat 20 orang reaktif.
Dengan demikian dari total sampel 990 di Tempat-Tempat Umum, reaktif 23 orang atau sebesar 5,45%.

Pedagang ikut rapid test.
"Selanjutnya hasil rapid test reaktif/positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab PCR di labkesda Depok," kata Idris.
Lebih lanjut dia menambahkan, dalam upaya penjaringan kasus secara massive, maka akan terus dilakukan pemeriksaan rapid test di tempat-tempat umum dan tempat-tempat yang diidentifikasi berpotensi menjadi lokasi penularan.

Para pedagang Pasar Sukatani antre ikut rapid test massal. 
Mengenai penambahan kasus konfirmasi positif hari ini,  menurut Idris,  ada sebanyak 18 kasus berasal dari tindaklanjut pemeriksaan Swab PCR di Laboratorium RSUI sebanyak 8 kasus dan 10 kasus berasal dari PDP yang dirawat di rumah sakit di Jakarta dengan hasil Swab PCR nya positif, serta ada diantaranya hasil pemeriksaan Swab PCR di Jakarta yang dilaporkan positif.
Adapun untuk penambahan kasus
sembuh, jelasnya,  hari ini menjadi 89 orang, bertambah 5 orang dari sebelumnya 84 orang. "Kasus konfirmasi positif yang dinyatakan sembuh setelah menjalani swab follow up dengan hasil negative dua kali berturut turut," tuturnya.
Sedangkan untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 67 orang, bertambah 1 orang dibandingkan hari sebelumnya, yaitu 66 orang. "Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI," pungkasnya.  (jaya)

Post a Comment

0 Comments