Subscribe Us


 

Untuk Dijadikan Kompos, DLHK Depok Tiap Hari Terima Sampah Organik Warga Capai 70 Ton

KabarPublik- Sukmajaya 

Untuk  dijadikan kompos, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menerima sampah organik dari masyarakat Depok berkisar 60-70 ton setiap harinya.

Tumpukan pupuk kompos dari sampah organik masyarakat Depok yang terdapat di UPS Jl Merdeka, Sukmajaya, Kota Depok.

Ditemui di Unit Pengelolaan Sampah (UPS) Jl Merdeka, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Iyay Gumelar menjelaskan, sampah organik dari masyarakat sebanyak 60-70 ton setiap hari ditampung dan dikelola di sedikitnya 31 UPS yang tersebar di Kota Depok.

"Setiap UPS menerima sampah khusus organik yang sudah dipilah dari sumbernya yakni rumah-rumah warga ada sekitar 2-3 ton setiap harinya, jadi total sampah organiknya berkisar 60-70 ton setiap harinya," kata Iyay kepada KabarPublik.co.id, Jumat (21/10/22).

Kegiatan ini dalam upaya mengurangi beban Tempat Pemrosesan sampah Akhir (TPA) Cipayung,  Iyay mengatakan, pengumpulan sampah organik hasil pemilahan dari sumbernya yakni rumah warga sebagai upaya meringankan beban TPA Cipayung.

"Untuk itu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok siap menampung dan menjemput sampah organik yang sudah dipilah dari masyarakat,untuk mengurang beban TPA  Cipayung marilah kita budayakan memilah sampah dari sumbernya yakni rumah tangga," kata mantan Kepala UPT TPA Cipayung itu.

Menurut Iyay, sampah organik hasil pemilahan dari rumah warga akan dibuatkan kompos-- selain untuk pupuk kompos juga untuk bahan makanan maggot (black soldier fly).

Jika sampah organiknya ingin diambil DLHK,  jelasnya, syaratnya di satu lingkungan rukun tetangga (RT) minimal terbentuk satu kelompok berjumlah 25 orang pengepul sampah organik yang sudah dipilah warga.

"Nantinya setiap kelompok itu kami berikan satu ember untuk menampung sampah organik, kemudian setiap dua-tiga hari sekali kami akan mengambilnya," kata Iyay.

Mengenai frekuensi pengambilan sampah organik setiap dua-tiga hari sekali, jelas Iyay, apabila sampah organiknya melewati dua-tiga hari tidak diambil maka akan bermunculan binatang belatung.

"Makanya kami setiap duahari sekali menjemput dan mengambil ke lingkungan agar sampah organiknya tidak sampah bermunculan belatung," tuturnya. (jaya)



Post a Comment

0 Comments