Subscribe Us


 

Maraknya Tik-Tok Di Medsos Berakibat Omzet Penjualan Para Pedagang Pasar Sukatani Anjlok Hingga 50%

KabarPublik- Sukatani 

Belum sempat menikmati kelonggaran pasca pandemi Covid 19, kini para pedagang di Pasar Sukatani, Tapis, Kota Depok kembali menghadapi gencarnya tik-tok bisnis di media sosial (medsos), sehingga berakibat omzet penjualan mereka anjlok hingga 50%.

 


Sejumlah pedagang di Pasar Sukatani menuturkan, maraknya tik-tok bisnis seperti bahan-bahan kuliner dan non-kuliner terutama pakaian-pakaian maupun sepatu dan sandal ditawarkan dengan harga murah.  Bahkan, diantar langsung ke rumah (COD).

"Apalagi tik tok bisnis itu diviralkan sejumlah artis. Akibatnya berpengaruh pada penjualan usaha kami," tutur seorang pedagang dibenarkan pula pedagang lainnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sukatani, Untuy membenarkan apa yang dikeluhkan rekan-rekan sesama pedagang."Padahal pedagang baru saja menikmati masa kelonggaran pasca Covid19, eh...sekarang dengan adanya tik-tok bisnis yang marak di internet bikin omzet pedagang anjlok hingga 50%," ungkap Untuy, pedagang ayam potong.

Dia mengungkapkan, biasanya penjualan ayam potong bisa sebanyak 50 ekor, tetapi saat ini sampai sore hanya berkisar 15-25 ekor.

"Akibat tik tok yang marak di medsos banyak pedagang yang akhirnya tutup tempat usaha menunggu situasi normal," ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala UPT Pasar Sukatani, Tri Handoko mengakui, telah mendengar kelurahan yang telah disampaikan para pedagang.

"Kami juga merasa prihatin apa yang dihadapi dan dirasakan para pedagang," tutur Tri. (jaya)

Post a Comment

0 Comments