Subscribe Us


 

Sekda: ASN Depok Tidak Boleh Egois Sikapi Kritikan Stakeholder

KabarPublik-Depok
Aparat Sipil Negara Pemerintahan Kota (ASN Pemkot) Depok tidak boleh mengedepankan egonya dalam menanggapi setiap kritikan dari masyarakat maupun stakeholder.

Sekda memberikan pengarahan saat memimpin apel pagi,  Senin (11/11/19).
Harapan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Depok,  Hardiono saat memimpin apel pagi di halaman balaikota Depok,  Senin (11/11/19).
Dalam pengarahannya,  Hardiono mengingatkan, ASN adalah sosok seorang pegawai negeri yang senantiasa harus melayani masyarakat dengan baik dan benar.
Para lurah antusias mendengarkan pengarahan Sekda Depok. 1

"Kenapa demikian karena kita sesuai dengan kementerian reformasi dan birokrasi bahwa kita kalau izin masyarakat baik makanya sudah barang tentu kita harus melayani masyarakat sebaik-baiknya dan benar," tegas Hardiono.
Dalam hal ini masyarakat merupakan stakeholder,  menurut dia,  stakeholder itu ada yang berupa lembaga dan juga perorangan, di mana banyak permasalahan yang disampaikan kepada ASN.
" Untuk itu sebagai ASN kita harus melayani dengan etika yang baik dan benar," ujarnya
Namun jika ada suatu permasalahan,  Hardiono meminta,  ASN harus mengomunikasikannya. Didalam berkomunikasi atau melayani tidak menutup kemungkinan ada salah persepsi." Salah persepsinya mungkin menurut kita brnar,  akan tetapi mungkin juga menurut mereka salah. Sehingga jika masing-masing memegang prinsipnya maka sudah barang tentu tidak akan mencapai hasil," ucapnya.
Untuk itu sebagai ASN  hendaknya melayani secara baik dan benar dengan akhlakul karimah
Untuk menjadi ASN yang baik,  Hardiono menuturkan,  seorang pegawai harus mendengar apa yang tengah dikomunikasikan masyarakat atau stakeholder.
Hardiono mengatakan,  seorang ASN yang baik hendak tidak boleh memotong-motong pembicaraan seseorang atau lembaga saat menyampaikan sesuatu hal. Sebab belum tentu apa yang disampaikan sama dengan apa yang ada didalam pikiran ASN. Bisa jadi apa yang dikomunikasi berbeda dengan persepsi seorang pegawai.
"Karena itu jadilah ASN atau pegawai yang senantiasa mendengar--minimal 50 persen kita mendengar dulu maka kita sudah bisa mendapat gambaran dan menyimpulkan suatu permasalahan apa yang ingin disampaikan masyarakat atau lembaga," paparnya. (jay)




Post a Comment

0 Comments