Subscribe Us


 

Dari Rakor PHBS, Kelurahan Depok 'Raih Juara' ODF Se Kota Depok

KabarPublik- Depok 

Suatu prestasi biasanya memberikan kebanggaan dan kegembiraan bagi seseorang atau masyarakat atas suatu pencapaian kinerja. 

Disaksikan Lurah Depok, Herman Beta, Ketua FKKS Kecamatan Pancoran Mas, Syafril Arsyad, perwakilan Dinkes Depok, Fitri dan perwakilan UPT Puskesmas Panmas, Echi, Camat Panmas Saiful Hidayat menandatangani Pakta Integritas Percepatan ODF Kelurahan Depok, Selasa (23/8/22).

Sungguh ironis dan memprihatinkan sebuah prestasi yang diraih Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas (Panmas) ternyata tidak membanggakan bagi jajaran pemerintahan Kelurahan Depok, apalagi warganya.

Lurah Depok, Herman Beta menandatangi Pakta Integritas Percepatan ODF Kelurahan Depok, Selasa (23/8/22).

Prestasi yang 'buruk' itu adalah Kelurahan Depok meraih Juara ODF (Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

ODF adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Ketua FKKS Kecamatan Pancoran Mas, Syafril Arsyad menandatangani Pakta Integritas Percepatan ODF Kelurahan Depok, Selsa (23/8/22).

Di rapat koordinasi (Rakor) Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Kelurahan Depok, Camat Panmas Saiful Hidayat mengungkapkan, Kelurahan Depok saat ini menjadi wilayah dengan jumlah kasus ODF terbesar se Kota Depok.

Seusai penandatangan Pakta Integritas Percepatan ODF Kelurahan Depok, Camat Panmas Saiful Hidayat dan Lurah Depok,Herman Beta foto bersama para peserta Rakor PHBS Kelurahan Depok, Selasa (23/8/22) 

Dari enam kelurahan di Panmas, Saiful menyebutkan, ada tiga kelurahan yang kasus ODF belum selesai yakni Kelurahan Depok, Kelurahan Pancoran Mas dan Kekurahan Rangkepanjaya.

Sedangkan tiga kelurahan lain yang kasus ODF sudah berkurang yakni Kelurahan Depokjaya, Kelurahan Mampang dan Kelurahan Rangkapanjaya Baru. 

"Kasus ODF di Kelurahan Depok saat in menjadi perhatian dan kerjasamanya kita semua untuk bisa mengatasinya," tandas Saiful didalam Rakor PHBS Kelurahan Depok tahun 2022, Selasa (23/8/22).

Komitmen bersama untuk mengatasi persoalan kasus ODF di ketiga kelurahan itu khususnya untuk kelurahan Depok dilakukan Pakta Integritas Percepatan ODF Kelurahan Depok, Selasa (22/8/22).

Camat Pancoran Mas (Panmas), Saiful Hidayat dan lurah Depok, Herman Beta menyaksikan dan menandatangani naskah Pakta Integritas perce   patan ODF (Open Defecation Free)  Stop Buang Air Besar Sembarangan Kelurahan Depok, Selasa (23/8/22).

Selain camat dan lurah, Pakta Integritas Percepatan ODF itu juga ditandatangani para pengurus RT/RW, UPT Puskesmas Panmas, Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Panmas, LPM jelurahan Depok, para kader Posyandu dan TP PKK Kecamatan Pancoran Mas, Babinsa Kelurahan Depok, Karang Taruna.

Dalam sambutan dan pengarahan , Camat Panmas Saiful Hidayat mengungkapkan kasus ODF Kelurahan Depok sekitar 536 kasus merupakan angka terbanyak se Kota Depok.

Untuk menekan kasus ODF, menurut camat, dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Lurah Depok, Herman Beta berharap, penyelesaian kasus ODF di kelurahannya tidak hanya di atas naskah Pakta Integritas, tetapi komitmen secara tertuliskan itu harus benar-benar dire:vvbalisasikan di lapangan.

"Jadi harapan kami Pakta Integritas ini harus benar-benar ditindaklanjuti dengan pelaksanaan sungguh-sungguh di lapangan," tegas Herman.

Kabarnya wilayah Kampung Lio diketahui penyumbang kasus ODF terbesar di Kelurahan Depok.

Seorang pengurus RW kampung Lio mengatakan, warga sesungguhnya selama ini mendukung program penuntasan ODF.

Namun situasi dan kondisi lingkungan di kampung Lio dengan keberadaan situ Rawa Besar, sehingga ketikdisapa Cak Imina warga hendak membuat Septitank selalu terkendala.

"Warga bila ingin membuat Septitank baru menggali tanah setengah meteran kedalaman sudah terdyyapat, sehingga warga kesulitan membuat Septitank karena permukaan air situ rawabesar lebih tinggi dari rumah," tutur pengurus RW itu.

Menanggapi keluhan pengurus RW tersebut, fasilitator PHBS Kecamatan Cipayung, Rohimin atau akrab disapa Cak Imin memberikan solusi, sekarang ini ada teknologi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi warga Kampung Lio.

"Sekarang ini dengan kecanggih teknologi hal itu bisa diatasi dengan tabung Septitank terapung, jadi tidak ada masalah. Semua dikembalikan kepada warganya,"  kata Cak Imin.

Dia mengingatkan, sebaiknya warga mulai mengganti pipa-pipa paralon sebagai media menyalurkan hajatnya dari rumah ke saluran air dan situ sebesar dengan tabung Septitank terapung tersebut.

"Kabarnya akhir tahun ini kemungkinan akan segera dilakukan penertiban terhadap pipa-pipa pembuangan air besar di rumah-rumah warga," ujar Cak Imin.

Kepala Seksi Kemasyarakatan dan Pelayanan (Kasie Kemaspel) Kelurahan Depok, Shillawati menjelaskan, rakor PHBS Kelurahan Depok berlangsung hanya sehari dengan diikuti sebanyak 75 peserta terdiri dari seluruh pengurus RT/RW, LPM, Babinsa dan Babinkamtibmas, PKK, kader posyandu, Karang Taruna dan aparat sipil negara (ASN) Kelurahan Depok.

"Alhamdulillah kegiatannya berlangsung lancar, aman, kondusif dan mendapat respon positif peserta," kata Shillawati kepada KabarPublik.co.id, Selasa (22/8/22). (jaya)

Post a Comment

0 Comments