Buka Resmi 1001 Miracle Ramadhan, Walikota Sumbang Rp10Juta

KabarPublik-Mekarjaya
Untuk mendukung program pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, Pemkot Depok memberikan sumbangan sebesar Rp10 juta ke Rumah Autis Cagar Foundation cabang Kota Depok.

Walikota, camat dan lurah bersama pengelola rumah autis memainkan angklung menandai dibukanya kegiatan 1001 Miracle Ramadhan. 

Pemberian bantuan donasi disampaikan Walikota Depok, Mohammad Idris saat menghadiri dan meresmikan kegiatan  1001 Miracle Ramadhan yang diadakan Rumah Autis Cagar Foundation Cabang Kota Depok di Jl Cakalele,  Kelurahan Mekarjaya,  Kecamatan Sukmajaya, Sabtu (18/5/19).
Penyerahan donasi kepada Kacab Rumah Autis Cagar Foundation Depok,  Suyono disaksikan Camat Sukmajaya Tito Ahmad Riyadi,  Lurah Mekarjaya,  Zaenal Arifin,  perwakilan kantor pusat Yayasam Cagar Foundation,  Eka, pengurus lingkungan setempat dan para guru serta orangtua murid.
Dalam sambutannya,  Walikota Depok Mohammad Idris menuturkan,  dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan menjaga,  merawat dan mendidik anak-anak berkebutuhan khusus.
"Anak Autis atau anak berkebutuhan khusus anak-anak kita juga,  mereka adalah amanah dari Allah yang harus kita jaga,  lindungi,  merawat dan mendidik dengan penuh kesabaran dan keikhlasan," tegas Walikota.
Walikota mengapresiasi dan merasa salut kepada pengelola rumah autis dan para orangtua."Saya mengapresiasi pengelola rumah autis ini karena sudah secara sabar dan ikhlas mendidik anak-anak ini," ucapnya.
Sementara itu,  Kepala Cabang Rumah Autis Cagar Foundation Kota Depok,  Suyono menuturkan, Miracle Ramadhan menampilkan berbagai kegiatan dan lomba bernuansa Ramadhan,  diantaranya menghafal surat pendek Al Qur'an,  lomba adzan,  fashion show,  bukber,  taraweh dan sahur bersama,  subuh berjamah.
"Insya Allah.. semua kegiatan ajan diikuti oara anak didik kami yang saat berjumlah duapuluh satu anak," kata Suyono kepada wartawan.
Sebelumnya perwakilan kantor pusat Cagar Foundation,  Eka mengatakan,  anak-anak autis bukan menjadi beban masyarakat dan keluarga,  namun mereka berhak untuk hidup karena anak autis merupakan amanah Allah.
"Untuk itu marilah kita menjaga,  merawat dan mendidik dengan sabar dan ikhlas agar mereka punya masa depan yang lebih baik," ucap Eka. (jay)

Post a Comment

0 Comments