Heboh.! Memalukan.! Paket Menu D' Stunting Menara Berlogo Wali Dan Wakil Walikota Depok Hanya Nasi & Air Sup Doang

KabarPublik- Depok

Heboh.! Mamalukan.! Program Depok Sukses Bebas Stunting mewujudkan Kota Ramah Anak (D' Stunting Menara) kembali digebyarkan serentak di Kota Depok, Jumat pagi (10/11/23). 


          Paket makanan tambahan untuk stunting

Pasalnya, paket menu stunting bernilai sekitar Rp18, 000/anak stunting yang ditangani sendiri Dinas Kesehatan Kota Depok untuk anak stunting hanya terdiri dari nasi putih dan air sup doang.

Gebyar D'Stunting Menara Kota Depok akan berlangsung selama 28 hari kalender dimulai Jumat pagi (10/11/23).

Dalam pamtauan langsung awak media KabarPublik.co.id di sejumlah kelurahan,  para kader PKK kelurahan dan Ocan Banana merasa terkejut dan malu begitu tahu isi menu yang diperlihatkan keluarga anak stunting, ternyata hanya terdiri dari nasi putih dan air sup tanpa tambahan menu lain seperti puding atau buah-bauahan, apalagi lauk.

"Paket makanan tambahan untuk anak kami hanya nasi putih dan air sup, gimana anak kami bisa sehat, gimana sih bu kader," tutur seorang ibu keluarga stunting sambil menunjukan paket makan stunting yang diterima.

Mengetahui paket menu berlogo pasangan Walikota dan Wakil Walikota Depok hanya dua jenis makan yakni hanya nasi dan air sup saja, para kader PKK dan Ocan Banana meminta maaf atas kejadian dan akan menyampaikan ke pimpinan keluarga.

Awalnya paket menu stunting berlogo pimpinan Kota Depok akan ditolak, karena mereka menduga paket menu itu sebagai penghinaan terhadap keluarga stunting.

Setelah diberikan penjelasan dan bujukan  para kader akhir dengan terpaksa paket menu stunting itu diterima.

Secara terpisah para lurah pun terkejut dan dibuat malu dengan paket manakan stunting. Para lurah angkat tangan dan terkesan menghindari konfirmasi wartawan. Begitu pula para ketua TP PKK kelurahan.

" Maaf kami ga tahu, PKK juga ga diajak berkoordinasi untuk menu kegiatan hari ini," ujar kader PKK kelurahan.

Hal yang serupa juga dialami UPTD Puskesmas di tingkat kelurahan. Konon kabarnya, UPTD Puskesmas tidak pernah diajak untuk berkoordinasi soal menu stunting.

" Iya, UPTD Puskesmas ga tahu, mungkin Dinkes pake vendor langsung," tutur petugas kelurahan.

Untuk mengetahui masalah itu, media berusaha meminta konfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, dr Mary Liziawati, namun hingga berita ini ditayangkan pejabat tersebut memberikan klarifikasinya.

Informasi yang diperoleh dari kelurahan menuturkan, kabarnya anggaran pengadaan menu stunting seharga 18 ribu/ paket dengan paket standar stunting.

Namun kabarnya diterima vendor sekitar Rp16 ribu/ paket dengan variasi menu standar yang telah ditentukan.

Anehnya, paket makanan tambahan untuk stunting kabarnya disub-kont lagi ke vendor lain, sehingga keluarga stunting hanya memperoleh paket menu stunting hanya terdiri nasi dan air sup dengan harga sebesar Rp8000/ paket menu.

Padahal kader PKK kelurahan mengatakan, ketika awal program stunting belum tersedia anggaran dan diusahakan secara mandiri, namun paket menu seharga Rp15-Rp20 ribu/ kotak atau box.

"Kenapa sekarang Pemkot Depok sudah sediakan anggaran kok paket menu stunting memprihatinkan, selain varian menu, juga kemasannya menyedihkan dan memalukan," tuturnya. (jaya)

No comments:

Post a Comment