Lurah Audi: Tidak Ada Tempat Basah atau Kering, Semua Itu Ladang Ibadah


KabarPublik- Depok

Penampilannya bersahaja. Kesan pertama bertemu, orangnya murah senyum, tegur sapa, santun, familiar dan komunikatif.
Tidak hanya kepada staf, tapi juga warga merasakan atmosfir berbeda ketika berkunjung ke kantor Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas.
Lurah Depok, Audi WS
Figur yang bersahaja itu bernama Audi WS, Kepala Kelurahan Depok.
Meski baru 1-2 bulan menjadi lurah, ternyata Audi sudah begitu akrab dengan para staf dan para tokoh masyarakat dan tokoh agama serta warga.
"Alhamdulillah.. saya sudah bersilaturahim dengan pengurus RT/RW dan tokoh agama dan masyarakat, responnya positif," kata Audi kepada kabarpublik.co.id, Senin (11/2/19).
Berkomunikasi dengan warga
Berkomunikasi dengan staf
Sebagai aparat sipil negara(ASN), menurut dia, sejak awal sudah teken kontrak siap ditugasi di mana saja, sehingga dirinya tidak membeda-bedakan seperti istilah umum: tempat basah atau kering.
"Bagi saya yang terpenting menjalankan tugas yang dipercayakan dan diamanatkan pimpinan secara bertanggungjawab dan ikhlas," tegas Audi.
Keakraban lurah dengan wartawan makan siang bersama

Soal rejeki bukan ditentukan tempat yang basah atau kering, katanya menambahka, Allah SWT yang berkuasa mengatur hidup mati, rejeki dan jodoh.
"Rejeki itu jangan selalu diartikan dalam bentuk uang atau duit, tugas baru dari pimpinan ini juga rejeki, dapat teman baru yang baik, staf, warga dan lingkungan yang baik itu juga rejeki. Itulah arti bersilaturahim," tuturnya.
Menurut Audi, tidak ada yang berbeda antara tugas baru sebagai lurah dengan ketika bertugas di Dinas Perhubungan.
"Alhamdulillah...di sana oke, di sini juga oke.Itu semua jadi ladang ibadah untuk saya dan keluarga serta staf dan masyarakat," ucapnya.
Untuk itu kepada staf kelurahan yang dipimpinnya, Audi selalu menekankan, pentingnya arti pelayanan bagi seorang staf kelurahan." Saya selalu ingatkan para staf untuk memberikan pelayanan yang ikhlas, jangan membuat warga kecewa " tutur Audi.
Untuk itu Audi selalu memberikan semangat kepada.caranya, menghampiri staf untuk menanyakan hal berkaitan dengan pekerjaan.Begitu pula menanyakan warga.
"Saya tanya staf ada kesulitan apa, begitu pula warga. Apakah bisa dibantu bila staf atau warga menginginkan bantuan informasi pelayanan. Alhamdulillah responnya positif," ujarnya.
Audi tidak pernah menganggap staf kelurahan sebagai anak buah, tapi sebagai sahabat dan mitra kerja." Saya memposisikan diri sebagai sahabat dan mitra, sehingga mereka bekerja secara enjoy. Tapi tanggungjawab terhadap tugas dan kerja harus benar-benar dilaksanakan, alhamdulillah staf paham dan mengerti," paparnya.
(jaya kamarullah)



Post a Comment

0 Comments