Subscribe Us


 

Saat Dunia Diancam Covid 19, Kasatpol PP Depok Pergoki Puluhan Pelajar Asyik Bermain Game di Warnet

KabarPublik-Depok
Ditengah ketakutan masyarakat dunia terhadap ancaman Covid 19,
Kepala Satpol PP Kota Depok,  N Lienda Ratnanurdianny memergoki puluhan siswa SD/SMP tengah asyik bermain game di warung internet (warnet) saat jam belajar, Kamis pagi (19/3/20).

BCL pergoki pelajar main di warnet. 
Puluhan pelajar itu kedapatan bermain game di warnet ketika BCL (Bu Cantik Lienda) menyisir sejumlah warnet saat memimpin kegiatan sosialisasi dan pemantauan lapangan terhadap SE Walikota Depok terkait kegiatan belajar siswa di rumah.
Para siswa disuruh pulang ke rumah,  sementara pengelola warnet diperingati dan diultimatum akan dicabut izin warnetnya apabila kedapatan masih membiarkan para pelajar bermain di warnet pada jam belajar.
Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kota Depok,  Taufikurahman mendapati pelajar asyik bermain di warnet.

Lienda menegaskan,  surat edaran Walikota Depok terkait meliburkan sekolah selama 14 hari bukan berarti tidak adanya kegiatan belajar-mengajar antara guru dengan para siswa,  hanya saja sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet.
"Diliburkannya sekolah tidak lantas para siswa keluar rumah bermain game di warnet atau bepergian di jam belajar, tadi kami mendapati sekitar 20-anak siswa lagi asyik bermain game di warnet," kata Lienda kepada wartawan di kantor Satpol PP Depok seusai kegiatan sosialisasi dan pemantauan lapangan terhadap pelaksanaan SE Walikota Depok, Kamis siang (19/3/20).
Puluhan siswa sekolah dasar dipergoki tengah asyik bermain di sejumlah warnet di wilayah Kelurahan Beji Timur, Kecamatan Beji dan Kelurahan Depokjaya,  Kecamatan Pancoran Mas.
Secara terpisah Kabid Penegakan Perda Satpol PP Depok, Taufikurahman yang ikut memimpin tim lain di wilayah Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cilodong juga memergoki sedikitnya 3-4 pelajar SD dan SMP di beberapa warnet di kedua wilayah kecamatan tersebut.
"Kami tanya mereka sekolah di mana, dan mereka mengaku siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama," kata Taufikurahman kepada kabarpublik.co.id dan depokpro.com seusai kembali dari lokasi.
Baik Lienda maupun Taufikurahman menuturkan, sebelum diminta meninggalkan warnet untuk pulang ke rumah terlebih dahulu diberikan pengarahan."Diantara para siswa mengaku ga tau ada surat edaran Walikota,  mereka tahunya sekolahnya diliburkan. Untuk itu kami mengimbau orangtua dan guru agar menjaga anak-anaknya untuk bermain di warnet," ujarnya.
BCL (bu cantik lienda) sapaan akrab Kasatpol PP Depok itu bersama para kepala bidang dan anggota sejak pagi keliling ke sejumlah wilayah untuk mensosialisasi dan memantau implentasi SE Walikota Depok nomor: 443/132/Huk/Dinkes tentang Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Depok. Pemerintah Kota Depok mengimbau agar  seluruh sekolah baik TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA di Kota Depok untuk meliburkan siswa dan mengganti dengan kegiatan belajar di rumah, mulai tanggal 16 Maret 2020 sampai dengan 28 Maret 2020.
"Kami sosialisasi melalui kendaraan operasional. Alhamdulillah masyarakat dan perkantoram baik pemerintah maupum swasta melaksanaka surat edaran walikota," ujar BCL. (jaya)


Post a Comment

0 Comments