Subscribe Us


 

Memasuki Era Digitalisasi, Pasar Sukatani Depok Bakal Jadi Pasar Non-Tunai

KabarPublik- Sukatani 

Sebagai pasar tradisional berstandar nasional Indonesia (SNI) dan memiliki segudang prestasi baik tingkat Kota Depok dan provinsi Jawa Barat maupun nasional, Pasar Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok bakal menjadi pasar non-tunai.

Hidayat 

Ditemui ditemui di kantornya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Sukatani, Hidayat mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir ini para pedagang di Pasar Sukatani sudah mulai terbiasa membayar retribusi secara online (e-retribusi) melalui m -banking pedagang dan transaksi pembayaran h: atau barang lain melalui online atau QR masing-masing.

"Alhamdulillah hingga kini tercatat 70-80 dari 154 pedagang terbiasa membayar e-retribusi melalui m-banking masing-masing via QR," kata Hidayat kepada KabarPublik.co.id, Kamis (11/8/22).

DIDAMPINGI Kepala UPT Pasar Sukatani, Hidayat (berpeci), Ketua Koperasi Paguyuban Pedagang Pasar Sukatani, Entis Sutisna menunjukan stiker QR, sarana pembayaran transaksi e-retribusi dan transaksi lain yang terpasang setiap tempat usaha pedagang di Pasar Sukatani.

Dengan adanya program e-retribusi ini, diakui Hidayat, sangat efektif dan efisien baik bagi petugas pasar dan pedagang."Jadi tidak merasa r atau terganggu saat petugas menagih retribusi secara manual ketika pedagang tengah melayani konsumen,

"Kapan saja pedagang bisa melakukanp embayaran e-retribusi apakah pagi, siang atau sore. Sehingga byisa saja begitu buka kios atau tempat usaha pedagang sudah membayar e-retribusi melalui m-bangking masing -masing," tutur Hidayat.

Tiga serangkai terdiri dari Kepala UPT Pasar Sukatani Hidayat,  Ketua Koperasi Paguyuban Pedagang Pasar Sukatani, Entis Sutisna dan tokoh pedagang ini siap menjaga dan memajukan Pasar Sukatani.

Suksesnya program e-retribusi dan transaksi secara online di Pasar Sukatani, menurut dia, tidak lepas dari pengarahan dan pembinaan dari Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kota Depok, Zamrowi Hasan dan Disdagin Kota Depok.

Hidayat berharap, mudah-mudahan program QR kerjasama UPT Pasar Sukatini dan BRI bisa berjalan lancar. "Sebab bagi pedagang program ini dirasakan mudah dan simpel dalam pembayaran e-retribusi," ucapnya.

Untuk memudahkan dalam bertransaksi, menurut dia, BRI memasang stiker QR di setiap tempat usaha pedagang apabila pembeli tidak membawa uang tunai, namun bisa melakukan pembayaran secara non-tunai terhadap barang atau sembako yang telah dibeli saat berbelanja di Pasar Sukatani. 

"Hal ini memudahkan para pedagang dan pengunjung lebih nyaman dan aman dalam mengantisipasi terjadinya kemungkinan buruk bagi pengunjung datang ke pasar Sukatini ," paparnya. 

Dengan adanya e-retribusi ini, Hidayat menuturkan, sangat efektif dan efisien baik bagi petugas pasar dan pedagang."Jadi pedagang tidak merasa direpotkan atau terganggu saat petugas menagih retribusi secara manual ketika pedagang, misalkan tengah melayani pembeli. Kapan saja pedagang bisa melakukan pembayaran e-retribusi apakah pagi, siang atau sore. Sehingga bisa saja begitu buka kios atau tempat usaha pedagang sudah membayar e-retribusi melalui m-bangking masing -masing," ucapnya.

Meski hampir 70-80 dari 154 pedagang Pasar Sukatani kini sudah terbiasa membayar e-retribusi melalui m-banking, Hidayat mengaaknamun masih banyak juga pedagang yang memang belum memanfaat sistem pembayaran e-retribusi melalui m-banking.

Hal itu disebabkan beberapa faktor, jelasnya, diantaranya para pedagang belum memiliki m-banking karena ketika mendaftarkan diri sebagai nasabah m-banking terkendala masalah non-teknis seperti signal yang buruk.

Selain itu faktor usia para pedagang, sehingga belum terbiasa dengan kecanggihan teknologi sarana komunikasi. 

*Kendala lainnya, hpnya dipegang bos-bos, sehingga pedagang tidak berani menggunakan m-banking.Jadi tunggu bossnya datang barulah dibayar e-retribusi," ungkap Hidayat. 

Mantan Lurah Cimpauen itu merasa gembira karena secara umum ada peningkatan kesadaran para pedagang membayar e-retribusi melalui m-banking masing-masing. 

Dia mengakui, program e-retribusi di Pasar Sukatani sesungguhnya dimulai beberapa bulan lalu, namun dalam pelaksananya tidak lancar dan terkadang, misalnya, hari ini ada 10 pedagang, tapi hari berikut tidak 10 pedagang, namun bisa turun menjadi 5 atau 7, bahkan hanya empat pedagang.

"Alhamdulillah sejak tiga pekan setelah bekerjasama dengan BRI dan ditingkatkan pengawasan petugas retribusi pasar kini setiap hari 70-80 pedagang terbiasa membayar e-retribusi melalui m-banking masing-masing. 

Mengomentari penerapan pembayaran e-retribusi melalui m-banking, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Sukatani , Entis Sutisna mengapresiasi terhadap program inovatif dari UPT Pasar Sukatani dengan diterapkankan sistem pembayaran secara online untuk retribusi (e-retribusi) dan transaksi pembelian barang atau sembako di Pasar Sukatani. 

"Dengan sistem pembayaran e-retribusi dan transaksi sangat efektif dan efisien bagi pedagang, petugas UPT maupun pengunjung yang berbelanja di Pasar Sukatani. Ini program yang inovatif, terima kasih kami dari pedagang kepada Pemkot Depok dan UPT Pasar Sukatani," pungkas Entis. (jaya)





Post a Comment

0 Comments