Demi Ketentraman Masa Tenang, Walikota Minta Seluruh APK Dibersihkan

KabarPublik-Sawangan

Demi ketentraman dan ketertiban bersama, Walikota Depok, Mohammad Idris meminta selama masa tenang kampanye seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) dibersihkan secara menyeluruh di Kota Depok.
Pernyataan itu disampaikan Idris seusai menghadiri acara pelantikan pengurus IPSI Kecamatan Sawangan di halaman parkir Aquatic Fantasy, Telaga Golf Sawangan, Sabtu (13/4/19).
Masa tenang yang jatuh pada, Minggu (14/4), Walikota Depok, Mohammad Idris meminta seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) dapat dibersihkan secara menyeluruh.
“Untuk itu saya meminta agar seluruh APK secara aturan dan ketentuan mulai besok, Minggu (14/4) sudah dibersihkan," tegas Walikota.
Dia berharap, penanggungjawab APK dari partai masing-masing untuk membersihkan dan mengambil APK mereka di seluruh sisi Kota Depok sebelum nanti akan ditertibkan. 
“Kami akan melakukan sebuah proses mungkin sampai kepada pemusnahan dari APK. Artinya kalau teman-teman dari parpol ingin memanfaatkan kain-kain yang sudah bertebaran bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih baik, itu silakan dibersihkan pada esok hari,” ujarnya.
Walikota mengaku, Satpol PP sebagai eksekutor telah diinstruksikan untuk membersihkan APK. Namun begitu,  Satpol PP memang tetap berkoordinasi dengan Bawaslu.
Secara keseluruhan dari sisi APK, menurut dia, di Kota Depok memang relatif tak banyak ketimbang kota-kota di beberapa wilayah di Indonesia.
“Ya relatif lebih tertib, ya ada sedikit pelanggaran-pelanggaran dan sudah ditegur serta sudah kami minta dibersihkan. Misalnya pemasangan APK di pohon-pohon dengan dipaku, ini nggak boleh,” paparnya.
Mengenai situasi dan kondisi wilayah Kota Depok di masa tenang.  Idris mengugkapkan, dari segi keamanannya pihaknya sudah berkoordinasi dan bertanya kepada pihak TNI-Polri.
“Kami telah berkoorinasi dengan Bawaslu maupun KPU, semuanya sudah diantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga sudah meminta serta mengimbau masyarakat baik melalui medsos maupun pemerintah dalam bentuk tulisan, bahwa pihaknya ingin di masa tenang ini semua menjaga kerukunan.
“Kalau ada event-event atau perayaan yang berpotensi ada sesuatu hal yang dikhawatirkan, itu sebaiknya dihindari dan ditunda penyelenggaraanya," pintanya.(jay)

Post a Comment

0 Comments